KMS | TUAPEJAT – Komunitas Mentawai Simaeru (KMS) melaksanakan Aksi Sosial Bersih Sampah di Pantai Jati, Dusun Jati, Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, pada Sabtu, (01/11/2025).
Komunitas Mentawai Simaeru adalah salah satu Komunitas yang ada di Kepulauan Mentawai yang bergerak untuk Peduli Lingkungan untuk Menuju Mentawai Bebas Sampah. Komunitas Mentawai Simaeru juga merupakan kelompok masyarakat muda yang lahir dari kepedulian terhadap kelestarian alam dan lingkungan di Kepulauan Mentawai. Beranggotakan para pemuda dan pemudi yang memiliki semangat gotong royong, Komunitas ini bergerak aktif dalam berbagai kegiatan pelestarian alam, terutama di wilayah pesisir, pantai, dan kawasan wisata yang menjadi kebanggaan masyarakat Mentawai.
Komunitas Mentawai Simaeru memiliki tujuan utama untuk menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan, keindahan, dan keseimbangan lingkungan hidup. Melalui aksi nyata seperti bersih pantai, penanaman pohon, pengelolaan sampah, serta edukasi lingkungan di sekolah-sekolah dan masyarakat, komunitas ini berupaya menciptakan perubahan positif dan membangun budaya cinta lingkungan di kalangan generasi muda.
Selain kegiatan lapangan, Mentawai Simaeru juga berfokus pada edukasi dan kampanye sosial, mengajak masyarakat agar tidak hanya menikmati keindahan alam Mentawai, tetapi juga turut menjaga dan merawatnya. Bagi mereka, alam adalah rumah bersama yang harus dijaga agar tetap lestari untuk generasi masa depan.
Dengan semangat kebersamaan, Komunitas Mentawai Simaeru terus berkomitmen menjadi penggerak perubahan menuju Mentawai yang bersih, hijau, dan berkelanjutan, di mana alam dan manusia dapat hidup berdampingan secara harmonis.
Adapun program KMS sendiri yaitu, Membersihkan sampah di pantai, Perlindungan Mangrove, Konservasi Laut dan Edukasi Lingkungan.
Ketua KMS, Silvester Suntoro mengatakan kegiatan ini dilaksanakan secara sukarela oleh tim KMS, tanpa biaya apapun, tentunya dengan kegiatan aksi sosial ada masyarakat yang tergerak hatinya untuk bisa bergabung menjadi bagian dari masyarakat yang peduli terhadap lingkungan.
“Dan kami juga secara terbuka menerima masyarakat Mentawai, khususnya yang berdomisili di Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai yang ingin bergabung bersama kami menjadi Volunteer Peduli Lingkungan”, katanya saat ditanya oleh tim Nests Media Mentawai.
Ia menjelaskan pembentukan KMS ini tentunya penuh pertimbangan dan tujuan, menurutnya, Mentawai sebagai destinasi Pariwisata sudah selayaknya dipandang bersih dan indah oleh siapapun yang datang ke Mentawai terutama di pusat Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Mentawai, yaitu Tuapejat, tentunya dengan adanya Komunitas yang peduli lingkungan akan membawa energi positif untuk membantu pembangunan daerah terhadap lingkungan.
“Kalau kita sedang menikmati liburan atau setidaknya kita warga lokal pergi ke pantai apa bagus kita melihat banyak sampah yang berserakan di pantai, apalagi kita daerah pariwisata, turis Mancanegara mana mau liburan di pantai, bermain selancar ada sampah di pantai atau di laut, kita akan di cap sebagai daerah yang tidak layak dikunjungi oleh turis, Mentawai tidak bersih”, ujarnya.
Silvester Suntoro menyebutkan bahwa persoalan sampah adalah persoalan bersama, bukan hanya pihak Pemerintah saja yang harus menangani soal sampah, tetapi semua kalangan masyarakat berhak untuk membersihkan lingkungannya masing-masing dan membuang sampah pada tempatnya serta tidak membuang sampah ke laut.
” Sampah di Mentawai juga merupakan salah satu masalah besar, hampir setiap daerah atau Kecamatan di Mentawai selalu menjadi persoalan tentang sampah, masyarakat belum sadar soalnya sampah, masih banyak masyarakat yang tidak mau tahu terhadap sampah, bahkan ada juga masyarakat membuang sengaja sampah ke laut, nah ini akan merusak ekosistem laut kita di Mentawai, ini juga bukan hanya pemerintah saja yang bergerak tetapi semua masyarakat harus ikut ambil bagian membersihkan sampah, dan kalau bukan kita siapa lagi yang menjaga lingkungan kita agar tetap indah dan sejuk bebas dari sampah dan yang menikmati masyarakat itu sendiri”, jelasnya.
Ia juga berharap ada kesadaran dari masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungannya, sebab jika manusia merawat dan menjaga lingkungan alam akan merespon dengan menyediakan sumber daya, keseimbangan ekosistem, dan perlindungan dari bencana alam.
Kegiatan ini juga didukung oleh Pemerintah Desa Tuapejat dan diikuti oleh masyarakat serta organisasi lainnya seperti PKK Desa Tuapejat. (Tim Redaksi)



